Yogyakarta, berasa.id Aktivitas Gunung Merapi yang sering mengalami guguran ternyata turut menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Terutama dari Eropa, seperti Perancis yang mayoritas menyukai wisata alam.

“Guguran Merapi menjadi data tarik. Bukan membuat takut, tapi itu menjadi daya tarik wisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo Kamis (13/6).

Aktivitas Merapi atau guguran lava yang menjadi daya tarik terutama saat malam hari. Pesonanya begitu terlihat ketika lava yang keluar memancarkan warna merahnya.

“Banyak yang mengambil foto. Kalau yang senang itu wisatawan mancanegara, terutama Perancis. Kalau untuk domestik biasanya ke petilasan Mbah Maridjan,” ujarnya.

Wisatawan dari Perancis selama ini memang mendominasi berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu juga dari Belanda. “Wisatawan manca yang paling banyak, Belanda, Perancis, Jepang,” katanya.

Sedangkan target kunjungan selama 2019 sebanyak 500 ribu orang mancanegara. Sementara wisatawan domestik sebanyak 5 juta orang. “Dihitung dari mereka yang menginap di hotel bintang dan non-bintang,” ucapnya.

Untuk kunjungan selama libur lebaran beberapa hari lalu, di lereng Merapi tercatat 175.451 orang. Tersebar di beberapa destinasi wisata, seperti Kaliurang dan Kaliadem.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Kabupaten Sleman, Dardiri menambahkan, untuk kunjungan wisata saat lebaran setiap harinya kisaran 7 sampai 8 ribu orang. Meningkat berlipat dibanding hari biasa. “Kalau hari biasa kisaran 700 sampai 800 orang,” ujarnya.

Dinas Pariwisata  DI Yogyakarta sendiri mencatat kunjungan wisatawan pada musim libur lebaran yang berlangsung mulai 1 sampai 9 Juni 2019 mengalami peningkatan sekitar 20 persen di banding masa lebaran tahun 2018 silam.

Dari data wisatawan yang menyambangi sejumlah obyek wisata di lima kabupaten/kota yang menerapkan retribusi, total hampir 1,4 juta wisatawan yang berkunjung pada musim libur lebaran ini. Sedangkan retribusi atau pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh mencapai Rp 6,9 miliar.

“Salah satu yang masih menjadi favorit wisatawan masih di Pantai Parangtritis,” ujar Singgih.

Dari data yang dihimpun Dinas Pariwisata DIY, pada libur lebaran 1-9 Juni 2019 kunjungan wisatawan di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul mencapai 272.900 wisatawan.  

Angka kunjungan di Parangtritis ini masih tertinggi dibanding pantai-pantai favorit di pesisir selatan DIY seperti Pantai Glagah Kulonprogo yang mencatat 54.742 wisawatan atau Pantai Baron Gunungkidul yang mencatat 45.818 orang.

Adapun kunjungan total wisatawan di 18 obyek di Kabupaten Bantul masa libur lebaran ini mencapai 423.359 orang dengan total retribusi yang diperoleh hingga Rp 2 miliar lebih.

Sedangkan di Kabupaten Sleman, kunjungan wisatawan tercatat paling tinggi berada di tiga titik. Yakni Kawasan Lereng  Gunung Merapi (Kaliurang dan Kaliadem) sekitar 175.451 wisatawan, Wahana Rekreasi Keluarga (Sindu Kusuma Edupark, Jogja Bay Waterpark, Taman Alamanda, Jogja Exotarium, dan Taman Pelangi) yang mencapai 114.140 wisatawan.

Wisatawan di Sleman yang tercatat menyambangi kawasan candi-candi tercatat sebanyak 105. 248 orang.

Sedangkan di Tebing Breksi (Shiva Plateau Jeep) tercatat 71.953 orang. Total kunjungan wisatawan di Sleman dari enam titik kawasan wisata libur lebaran ini ada  481.959 orang.

Adapun di Kota Yogyakarta, dari lima titik obyek wisata yang menerapkan retribusi (di luar kunjungan ke Malioboro), kunjungan wisatawan libur lebaran ini tercatat mencapai 92.952 orang dengan total perolehan retribusi sebesar  Rp 2,59 miliar.

Kunjungan terbanyak wisatawan di Kota Yogyakarta tercatat di Kebun Binatang Gembira Loka sebesar 55.319 wisatawan, disusul Taman Pintar mencapai 24.215 wisatawan.  Adapaun Keraton Yogya dikunjungi 5.016 wisatawan dan Museum Benteng Vredeburg 8.127 orang. (C-BLACK)