Dalam rangka meramaikan lustrum SMAN 3 Yogyakarta yang ke-77, Keluarga Besar Alumni Padmanaba kembali menyelenggarakan Festival Bregada Nusantara (FBN) 2019. Acara ini merupakan puncak ulang tahun Padmanaba yang jatuh pada tanggal 19 september.

Festival Bregada telah diselenggarakan sejak tahun 2017, dan setiap tahunnya mengangkat tema yang berbeda. Memasuki tahun ketiga, Festival Bregada Nusantara kali ini akan mengangkat tema Milenial Meet Traditional dengan menampilkan sekitar 20 kontingen yang berasal dari SMA/SMK di DIY.

Festival ini akan berlangsung pada hari Minggu 22 September 2019 mulai pukul 07.00 – 13.00 di sepanjang jalan Malioboro, start dari Taman Parkir Abubakar Ali dan finish di Alun-alun utara.

Hendri Saparini Ketua Keluarga Besar Alumni Padmanaba mengungkapkan “bregada dipilih karena alumni ingin “nguri-uri” budaya, kita meyakini budaya tersebut tidak hanya budaya seni namun juga budaya disiplin, budaya kerjasama, budaya kreatif, dan budaya kerja keras”.

“Saat ini banyak siswa yang mempunyai kreatifitas dan inovasi yang beragam, oleh karena itu kita ingin menggabungkan budaya tradisional dengan gaya anak muda,” ujarnya lebih lanjut.

KPH Notonegoro perwakilan dari keraton yang sekaligus salah satu alumni Padmanaba menyambut baik kegiatan ini. KPH Notonegoro juga menjelaskan “sejak HB I sangat kental dengan seni keprajuritan dan dalam mendidik prajuritnya terdapat filsafah yang ditularkan”. Hingga saat ini Keraton mempunyai 10 bregada yang telah dibentuk sejak HB I.

KPH Notonegoro juga menghimbau agar bregada siswa ini bisa dijadikan suatu kegiatan ekstrakurikler di sekolah, yang tidak hanya untuk festival namun juga bisa belajar akan budaya dan tradisi dan nilai-nilai yang ditularkan.

Kesan milenial akan disajikan dengan pawai pasukan StarWars berkonsep imperial army, pawai bregada akan diiringi oleh Anglosita Brass hingga penampilan Jogja Hip Hop Foundation sebagai pungkasan. Tidak hanya itu saja, festival ini juga akan dimeriahkan oleh bregada dari keraton dan bregada dari kasultana Cirebon dan kasultanan Surakarta. Masyarakat juga bisa menikmati festival kuliner tradsional hingga kekinian di alun-alun utara.