Tingkat aktivitas yang tinggi bagi masyarakat perkotaan mengakhibatkan kurangnya rasa kebersaman dan mengenal satu sama lain meskipun dalam satu wilayah kecil. Mengantisipasi hal tersebut, tercetuslah ide dari RW 05 Kampung Rejowinangun Kotagede untuk menggelar acara yang melibatkan seluruh warga bertajuk Kampung Srawung.

Kegiatan Kampung Srawung ini telah digelar selama lima kali, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan baik dari segi peserta maupun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. Yang semula hanya digelar selama sehari kini digelar selama dua hari berturut-turut.

Warga tampak antusias dalam menggelar Kampung Srawung tersebut. Mereka bergotong-royong dalam segala hal, mulai dari pembiayaan mandiri hingga menyiapkan segala macam atribut dan instalasi untuk suksesnya penyelenggaraan acara tersebut.

Luseno Sansibarta Ketua RW 05 Rejowinangun menuturkan warga yang notabene heterogen pekerjaannya dan semula menutup diri, dengan adanya kegiatan ini mulai melebut dan bergabung dengan warga yang lainnya. “ Dengan adanya Kampung Srawung ini diharapkan bisa tercipta ‘srawung’ atau kebersamaan antar warga, disamping juga untuk “nguri-nguri budaya” yang semakin menipis dan mengangkat semangat gotong-royong”.

Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya, rebutan gunungan, pertunjukan hiburan, sedekah tonggo dan diakhiri dengan kembul bujana. Masing-masing warga berpartisipasi dalam menyiapkan kembul bujono, mereka menyajikan aneka hidangan dan makanan tersebut disajikan secara gratis untuk semua warga.

Wilayah RW 05 terletak di tengah Kampung Rejowinangun Kotagede. Dihuni sekitar 500 jiwa penduduk dengan latar belakang yang heterogen. Dengan adanya acara ini semangat srawung antar warga sangat terlihat nyata, seakan tidak ada pembeda antara si kaya dan si miskin.