Prihatin dengan penyebaran berita hoax yang akhir-akhir ini sering beredar di masyarakat, sekelompok orang yang berasal dari segala elemen masyarakat dan tergabung dalam Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menggelar Festival Stop Hoax di Tugu pall putih Yogyakarta.

Sesuai dengan tema yang diusung “ Stop Hoax Be A Hero”, penyelenggaraan festival kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November 2019. Dalam acara ini diperkirakan ribuan warga dan komunitas Mafindo bakal menghadiri perayaan tersebut.

Acara yang dimulai pukul 06.00 – 10.00 WIB bakal dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan yang menarik diantaranya senam masal, Fun run, Fun bike, Cooking Talkshow, pemutaran video web series, pertunjukan tarian dari Sanggar Kinanthi, komunitas biola dan masih banyak lagi.

Hoax sudah menjadi kekhawatiran kita bersama. Kemenkominfo mencatat lebih dari 1.600 hoaks yang beredar tahun lalu. Dan cara paling cepat penyebaran hoaks, berasal dari social media dengan keluarga sebagai kelompok terkecil. Dengan beragam upaya individu maupun kelompok telah melawan hoaks namun hingga kini perlawanan tersebut belum usai.

Cara pencegahan hoaks yang paling efektif adalah dengan memperkuat literasi media dan digital public secara umum. Selain itu masyarakat juga bisa mengecek kebenaran atas suatu informasi melalui aplikasi hoaks booster tools yang bisa diunduh di aplikasi android maupun apple.

Mafindo merupakan organisasi berbasis kerelawanan yang berfokus pada cek fakta dan penguatan literasi media dan digital. “Mafindo merupakan komunitas yang berbasis relawan dan nonprofit. Bersifat independen (tidak menerima dana sepeserpun dari Pemerintah) dan berlatar belakang relawan yang terdiri dari berbagai macam jenis pekerjaan” Ujar Kristianus Nugroho selaku Program Manajer STOP Hoax dan  relawan Mafindo.

Pada tahun ini Mafindo melaksanakan program STOP Hoax Indonesia yang didukung oleh google news initiative. STOP merupakan singkatan dari See (lihat) Talk (bicarakan) Observer (Observasi) dan Prevent (Cegah). Target program STOP Hoax Indonesia (SHI) adalah Ibu-ibu dan remaja. “Target dari program SHI adalah ibu-ibu dan remaja. Alasan kenapa dipilih ibu-ibu karena ibu-ibu rentang menyebar berita hoaks, hal tersebut lantaran karena ibu-ibu berusaha mencegah bahaya yang akan menghampiri keluarganya oleh berita tersebut tanpa mengecek kebenaran dari berita yang disebar. Sedangkan alasan remaja adalah karena masih banyak remaja yang tidak perduli mengenai berita itu hoaks padahal remaja memiliki kemampuan digital yang tinggi” Ujar Seto Prayogi selaku Program Officer STOP Hoax Indonesia.