Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) menggelar Festival Stop Hoax yang melibatkan masyarakat dari semua elemen di Tugu Jogja pada 10 November 2019.

Semenjak pagi itu seputaran Tugu Jogja tampak dipenuhi oleh ratusan masyarakat dari segala elemen, memperingati hari pahlawan dengan cara yang unik yaitu dengan menjadi pahlawan anti hoaks.  

Anita Wahid Presidium Mafindo dalam acara Festival Stop Hoax di Tugu Jogja
Festival Stop Hoax

Acara bertajuk Festival Anti Hoax dikemas secara apik oleh Mafindo. Tidak hanya berupa deklarasi saja, namun sebuah ajakan untuk memerangi hoaks dengan cara menampilkan berbagai hiburan menarik. Kegiatan dimulai dengan senam zumba, lari, pawai sepeda ontel, kolaborasi dari komunitas biola, deklarasi anti hoaks hingga pertunjukan musik. Meskipun festival tersebut berlangsung singkat namun terbilang sukses, hal ini terlihat dari tingginya antusias masyarakat untuk datang ke acara tersebut.

Putri Gus Dur, Anita Wahid yang juga selaku Presidium Mafindo tampak hadir pula dalam festival Anti Hoax. Menurut Anita, masyarakat sekarang sudah paham tentang hoaks. Namun yang disayangkan mereka belum menyadari sepenuhnya tentang  informasi yang beredar di masyarakat. “Sering kali, cara kita melihat informasi tergantung pada infomasi tersebut menguntungkan bagi kelompoknya atau tidak? Kalau menguntungkan kelompoknya cenderung untuk tidak mengecek kebenarannya namun apabila menguntungkan kelompok yang lain selalu dicari kesalahan, atau pembuktian yang berbeda, sering dipergunakan untuk menyerang kelompok lain dan menyerang isu yang ada di masyarakat, itu yang sering tidak kita sadari,” ungkap Anita.

Lewat kabinet baru ini Anita juga berpesan agar kabinet baru benar-benar jernih dalam membuat kebijakan, “buatlah kebijakan yang memang untuk keuntungan masyarakat banyak, meningkatkan kehidupan berbangsa kita, meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Bukan berdasar kepentingan pribadi atau kelompok, dan yang paling penting jangan membuat kebijakan didasari oleh isu-isu atau narasi yang tidak benar, “ tutupnya.