Jogja Festivals Forum & Expo (JFFE) merupakan ruang pertemuan dan diskusi dari 15 event terbaik yang diselenggarakan di DIY. Dengan forum ini diharapkan mampu menjadi titik temu bagi pegiat event yang ada di Yogyakarta. Melalui diskusi ini diharapkan kedepannya bisa terjalin kerjasama dan kolaborasi dari berbagai macam event yang digelar.

Terselenggaranya JFFE tidak lepas dari peran penyelenggaranya yaitu 15 festival terbaik di Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Festival yang merupakan satu-satunya platform strategis untuk festival di Indonesia.

Kelima belas festival tersebut adalah Artjog, Asia Tri Festival, Bedog Arts Festival (BAP), Biennale Jogja, Cellsbutton Yogyakarta New Media Art Fest, Festival Film Dokumenter, Festival Musik Tembi, Jogja Blues Explosion, Jogja Festival Layang-Layang Nasional, Jogja NETPAC Asian Film Festival, Kustomfest, Ngayogjazz, Pesta Boneka, Yogyakarta Contemporary Music Fest, dan Yogyakarta Gamelan Festival.

 JFFE akan berlangsung selama tiga hari mulai  dari tanggal 19 – 21 November 2019 di Pendopo Kedaton Royal Ambarrukmo. Rangkaian kegiatannya antara lain Festival Expo, Workshop, Kelas Panel Presentasi festival, Presentasi Stakeholder, FGD – Ekosistem dan 1 on 1 meeting.

Festival Expo akan diikuti oleh sekitar 22 festival yang telah dikurasi, meiliki materi program dan konsep yang jelas untuk penyelenggaraan tahun 2020 yaitu ArtJog, Biennale Jogja, Festival Film Dokumenter, Festival Musik Tembi, Indonesia Dramatic Reading Festival, Jogja – Asian Netpac Film Festival, Jogja Desain Week, Jogja Holden Day, Jogjakarta Volkswagen Festival, jogja Street Sculpture Project, Keroncong Plesiran, Kustomfest, Malioboro Coffee Night, Ngayogjazz, Pinasthika Creativestival, Pesta Boneka, Rajawali Indonesia, Sewon Screening, Sumonar, Vegan Festival Yogyakarta, Yogyakarta Gamelan Festival dan Yogyakarta Ska Festival.

Dalam kesempatan ini para festival inisiator juga akan mengadakan Creative Sharing dengan tema “ Festive Your Passion” dan Creative Cultural Hub & Hack bersama para pegiat festival diantaranya Anas Alimi, Ajie Wartono, Lulut Wahyudi, Ria Papermoon Kamila Andini, dan Heri Pemad.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani mengungkapkan dukungannya dengan adanya beberapa festival yang ada di Yogyakarta. “Hal ini bisa menambah atraksi dan kunjungan wisatawan ke DIY, dan dengan adanya JFFE meskipun baru di sounding beberapa bulan yang lau namun kami tetap berupaya untuk mendorong festival ini,”ungkapnya.

“Dan hasil dari forum ini kita bisa mengetahui bagaimana festival itu ter – creat sehingga berdampak tinggi terhadap perekonomian masyarakat dan menjelaskan seperti apakah kriteria festival itu, bagaimana acara tersebut bisa disebut festival,” tutupnya.