Berasa.id – Songsong 25 tahun perjalanannya di industri musik Indonesia, Jikustik persiapkan sejumlah karya yang nantinya akan digelar dalam sebuah Konser Perak 2021. Materi mulai dikumpulkan sejak awal 2020 dengan sebuah konsep baru “Kolaborasi”, tahun ini terpilih sebagai langkah awal kembalinya Jikustik.

Jikustik lahir 26 Februari 1996, dan di 26 Februari 2021 genap berusia 25 tahun. Pergantian vokalis di Jikustik membutuhkan waktu transisi yang tidak sebentar dan semuanya telah dilalui dengan baik. Jikustik berkomitmen untuk merilis satu karya baru di setiap tanggai 17 di setiap bulannya, dimulai dari bulan Januari 2020 hingga Februari 2021. Sehingga akan muncul minimal 14 karya baru yang akan dirilis hingga Februari 2021.

Brian Prasetyoadi (vokalis) mengungkapkan bahwa tahun 2020 merupakan tantangan yang berat bagi personil Jikustik dan manajemen karena harus melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dikerjakan.

“Kami punya konsep kolaborasi, dan konsep satu bulan satu single. Sebetulnya itu adalah sebuah tantangan yang berat bagi kami berempat dan tim yang mengerjakan karena sebelumnya kami tidak pernah mengeluarkan single semepet itu, sebanyak itu dan belum pernah juga membuat manajemen yang solid untuk mengerjakan itu semua, namun di periode ini kita mencoba menjawab tantangan itu semua,” tutur Brian pada acara rilis single di Sepreaken (17/02).

“Aku Masih Punya Puisi” ciptaan Dadik merupakan awal single terbaru Jikustik yang dirilis Januari 2020. Nuansa musiknya sama dengan musik Jikustik di era 2000 an sehingga Jikustikan akan merasa terbawa ke era Jikustik tahun itu. Pembuatan lagu ini melibatkan sejumlah seniman yaitu Agus Noor.Paduan kata di liriknya dikutip dari rangkuman sajak Agus Noor dalam buku Barista Tanpa Nama. Untuk musiknya Jikustik menggandeng Tyo Adrian yang pernah menjadi produser album Malam 2008 Jikustik.

‘Aku Masih Punya Puisi’ bercerita tentang kekuatan seseorang dalam bertahan untuk diam ketika ditinggalkan oleh kekasih yang seharusnya dia pertahankan, karena ada puisi di dalam hatinya yang selalu menjaha rasa rindu terhadap kekasihnya tersebut.
Brian menuturkan menyanyikan lagu ini menjadi ‘pr’ bagi seorang vokalis, karena menurutnya tugas seorang vokalis adalah menentukan lagu ini akan dibawa kemana. Terlebih lirik yang diperdengarkan bukan lirik yang biasa, bukan kata yang lugas untuk dikatakan namun banyak ungkapan dan perumpamaan.

Pada bulan Februari Jikustik kembali merilis single kedua berjudul “Hanya Aku Yang Merasa” ciptaan Adhitya Bhagaskara. Lagu ini memiliki sambungan kisah yang erat dengan single sebelumnya. Bercerita tentang sebuah cinta yang terbentur oleh friend zone yang mengakhibatkan tidak adanya keberanian dalam diri seseorang untuk menyampaikan perasaannya dan meimilih untuk mempertahankan persahabatan.

Penciptaan lagu ini tidak lepas dari peran serta Andika Prabhankara dalam pemilihan akord, sound dan komposisi orkestrasinya.

Saat ini video klip Jikustik bisa dinikmati di Youtube Channel Jikustik Official dan akan disusul dengan rilis single di seluruh radio dan digital store. (nik)