Yogyakarta – Hujan deras yang mengguyur sejak siang membuat perhelatan JogjaROCKarta Festival #4 2020 diundur 30 menit dari jadwal yang sudah ditentukan. Death Vomit yang seharusnya menjadi band pembuka pada 14.30 WIB pun memutuskan untuk tidak jadi tampil. Alhasil, Kelompok Penerbang Roket membuka ajang musik rock internasional ini.

Band asal Jakarta yang beranggotakan John Paul (bass dan vokal), Rey Marshall (gitar), dan Igusti Vikranta (drum) membawakan lagu berjudul Anjing Jalanan yang menandai dimulainya JogjaROCKarta Festival #4 2020. Mereka tampil sekitar 40 menit dan menutup penampilan mereka dengan lagu Mati Muda.

penampilan Navicula .doc

Hujan reda ketika Navicula beraksi di panggung pukul 16.20 WIB. Band grunge asal Ubud Bali ini membawakan enam lagu, yakni Di Depan Layar, Biarlah Malaikat, Busur Hujan, Mafia Hukum, Bali Berani Berhenti, dan Metropoluta. Band yang digawangi I Gede Roby (vokal), Khrisnanda Adipurba (bas), dan Palel Atmoko (drum) ini baru pertama kali tampil di JogjaROCKarta Festival #4 2020. “Kami senang bisa main di JogjaROCKarta karena berarti kami menjadi bagian dari sejarah pentas musik rock terbesar, bisa menambah daftar curriculum vitae kami,” ujar Roby. Ia juga tidak mempersoalkan cuaca hujan atau tidak, ketika Navicula didapuk untuk tampil, maka mereka siap. Termasuk, tidak memperhitungkan jumlah penonton. “Tidak masalah main di depan berapa pun penontonnya, mau 1.000 atau 5.000, kami tetap tampil,” ucapnya.

penampilan Godbles di JogjaROCKarta 4. doc

Band rock legendaris Godbless tampil sekitar pukul 17.00 WIB. Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satriatama (drum), memainkan 111 buah lagu, antara lain Rumah Kita, Kehidupan, Cermin, dan Semut Hitam. Penampilan Godbless di JogjaROCKarta Festival #4 2020 ini adalah yang ketiga kalinya. Pada dua tahun pertama penyelenggaraan festival musik rock ini, mereka juga menjadi salah satu pengisi acara. Panggung JogjaROCKarta Festival #4 2020 juga mempertemukan kembali Godbless dengan David Coverdale, vokalis Whitesnake. Mereka pernah satu panggung saat David masih menjadi vokalis Deep Purple dan konser di Jakarta pada 1975.

The Hu di Jogjarockarta 4 .doc

The Hu, band rock asal Mongolia naik ke panggung pada pukul 18.20 WIB. Band yang beranggotakan Nyamjantsan Galsanjamts, Galbadrakh Tsendbaatar, Temuulen Naranbaatar, dan Enkhasaikhan Batjargal tampil sekitar 45 menit. Mereka membawakan sembilan lagu, meliputi, Shoog Shoog, The Same, The Gereg, Uchirtai Gurav, Yuve Yuve Yu, Wolf Totem, The Great Chinggis Khaan, Black Thunder, dan This is the Mongol. Mengusung aliran Hunnu Rock, The Hu menggabungkan headbanging barat dengan musik tradisional. Band ini juga menggunakan suling serta gitar khas Mongolia.

Band slow rock legendaris 90-an, Powerslaves, tampil tepat sebelum Whitesnake. Band yang digawangi Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), dan Wiwiex Soedarno (keyboard), ini seharusnya membawakan 10 lagu. Namun, pengaturan ulang durasi membuat mereka hanya tampil 20 menit dan membawakan lima lagu. Band yang baru pertama kali datang ke JogjaROCKarta ini juga membawakan lagu-lagu hitsnya seperti, Impian, Malam Ini  dan Jika Kau Mengerti. “Kami senang bisa tampil di JogjaROCKarta, amazing,” ujar Anwar. Sekalipun, ia menyayangkan pemotongan durasi tampil, akan tetapi ia memakluminya. “Sudah biasa kalau tampil di festival musik dan bermain sebelum artis luar negeri durasi tampil dipotong,” ucapnya. (*)