Di masa pademi seperti ini himbauan social distancing atau beraktivitas di rumah sangat dianjurkan. Kegiatan yang mengundang kerumunan seperti konser music, pameran, diskusi dan lainnya terpaksa ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tentu saja hal ini berdampak besar bagi kalangan pekerja industri kreatif dan kesenian.

Sosok seniman seringkali dipahami sebagai seorang yang hidup dalam keterbatasan, bisa secara material, non material, maupun situasional. Dalam situasi masa COVID – 19, setidaknya bisa lebih memacu kreatifitas dengan menawarkan berbagai gagasan alternative yang bersifat solutif. Aktivitas tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kebanyakan orang yang haus akan ide-ide segar dan dapat mengapikasikannya dalam berbagai hal dan kegiatan.

Salah seorang seniman berdomisili di Jogja, Farid Stevy, mempunyai ide untuk mengadakan serangkaian kegiatan kreatif dalam sebuah proyek seni yang memiliki relasi atas situasi social distancing. Farid mengakomodir kegiatan kreatif terbarunya tersebut melalui moda online.
Terinspirasi performance art dari pameran tunggal Farid Stevy sendiri tahun 2019 lalu di Hotel Monopoli, ia pernah mengisolasi diri di ruang pameran selama 2×24 jam. Kali ini Farid bermaksud mengembangkan gagasannya lebih lanjut yaitu dengan menawarkan proyek seni “Farid Stevy, 120 Hours in Distance” yang atmosfernya menyerupai performance nya tahun lalu. Proyek ini menyuguhkan berbagai kegiatan seperti Art Making, Live Talks, Creative Class, Affordable Art dan Creative Challenge & Competition, segala informasti tentang kegiatan tersebut tersaji lengkap di laman www.faridstevy.com.

Melalui Project tersebut Farid Stevy ingin membagikan spirit-spirit kreativitas dalam keterbatasan yang dialami semua orang hari ini. Menurutnya, “keterbatasan adalah sumber dari segala kreativitas, social-physical distancing seharusnya jadi privilese besar bagi para creator yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.” Bagi Farid, menjadi abnormal adalah normal yang baru, social-physical distancing yang membuat para kreator terpaksa mengambil jarak itu biasa, di masa seperti ini “justru bisa menjadi lebih fokus dan total,” tambahnya. Sebab segala kondisi yang terjadi “bukan alasan berhenti bermain”, Farid mengajak teman-teman untuk “stay action” lewat berbagai kreasi dalam menghadirkan karya baru.
Proyek seni “Farid Stevy, 120 Hour in Social Distancing” dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut dari 22 hingga 26 April 2020 sesuai jadwal program yang tertera pada laman situs resmi. Beberapa narasumber kreatif turut dihadirkan diantaranya Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Kunto Aji, Iga Massardi, Jimi Multhazam, Ican Harem, Bimacho, Lani, Dendy Darman, Ace of Decades, yang akan mengisi sesi Talks. Lalu Jason Ranti, Iwan Effendi, Hendra Hehe, akan mengisi sesi Drawing. Kemudian Jamming bersama Roby Setiawan, dan sesi Guneman bersama Albert Deby dengan narasumber yang masih dirahasiakan.