PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta resmi memperpanjang pembatalan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh arah Barat (Jakarta / Bandung) maupun arah Timur (Surabaya / Malang / Ketapang) untuk mudik lebaran sampai dengan tanggal 31 Mei 2020. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang KA yang akan membatalkan tiket mudik perjalanan KAnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat pengembalian uang pembatalan tiket via KAI Access menjadi setelah 3 hari kerja sejak dilakukan pembatalan. Sebelumnya, jika penumpang melakukan pembatalan melalui KAI Access, KAI akan mengembalikan 100% uang pembatalan tiket secara transfer paling lambat setelah 45 hari.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengungkapkan, “Dengan adanya pembatalan sejumlah perjalanan Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 6 Yogyakarta, kami menghimbau kepada masyarakat yang ingin membatalkan tiket KAnya agar menggunakan aplikasi KAI Access guna mendukung physical distancing dan mempermudah proses pembatalan”.

“Ketentuan tersebut berlaku untuk pembatalan mulai 30 April s.d 4 Juni 2020, untuk keberangkatan KA masa Angkutan Lebaran 2020 yaitu mulai 14 Mei s.d 4 Juni 2020,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto.

Layanan ini diberikan bagi pelanggan agar beralih ke pembatalan secara online daripada harus ke Stasiun meskipun di Stasiun tetap dapat menerima proses pembatalan tiket. Dengan adanya layanan ini pula, KAI mendukung physical distancing dengan tidak bepergian ke stasiun.

Penumpang diharuskan mendownload atau mengupdate aplikasi KAI Access-nya menjadi versi terbaru terlebih dahulu. Pada saat registrasi, penumpang harus mendaftarkan nama dan nomor identitas yang sesuai dengan data pada tiket. Pada menu pembatalan, masukkan juga nomor rekening yang memiliki nama sesuai dengan nama penumpang pada tiket.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut penumpang dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon di 021-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI 121.

Eko Budiyanto berharap dengan kebijakan percepatan pengembalian uang pembatalan tiket ini, dapat mempermudah masyarakat yang ingin membatalkan tiket, serta membantu masyarakat yang membutuhkan dananya kembali secara tunai dan cepat.  “Semoga kebijakan ini bermanfaat bagi masyarakat yang telah menunda perjalanan mudiknya dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 pada masa Mudik Angkutan Lebaran 2020,” tutup Eko.