Setelah sekian tahun berkiprah di dunia musik dangdut, OM WAWES akhirnya merilis album perdana mereka berjudul Restu.  Album ini merupakan impian OM WAWES untuk melengkapi perjalanan karir mereka di genre music dangdut sekaligus ingin menstimulus grup dangdut lainnya untuk membuat album penuh.

Penggarapan album Restu terbilang lambat dan sempat terbengkelai karena jadwal panggung yang padat, justru di masa pandemi ini mereka mulai menggarap serius Album ini. Proses rekaman di studio sudah dimulai sejak 2019, di tiga studio yang berbeda yaitu di ROYAL RUMBLE untuk proses rekaman dengan operator Tony Kurniawan & Ivan Lukito. Proses mixing di GILAZ Studio dengan operator Louis David (Gendhut), dan mastering di RUMAH TUA RECORD dengan operator Christyan.

Dalam album ini Om Wawes menggandeng sejumlah musisi untuk berkolaborasi diantaranya Ode yang mengisi cello untuk lagu “AKU SING MUNDUR”, Zaenal Produk Gagal mengisi harmonica di lagu “AKU WIS TRIMO”, PamPam mengisi saxophone di lagu “YEN WIS”, Pendhoza di lagu “SABARO SEDELO”, dan Nufi Wardhana di lagu “ILANG ROSO”. Selain itu, OM WAWES juga masih dibantu sejumlah musisi additional yakni; Dibyo Imam (bass), Julian (Keyboard), Iwank (Trombone), dan Dodi (Trumpet). Semua materi dalam Album Restu ditulis oleh LOUIS DAVID, kecuali lagu “BEDO AGOMO” (Tony Kurniawan), “YEN WIS” (Dwi Geghana), “SABARO SEDELO” (Sandios), dan “ILANG ROSO” (Dhyen & Dwi Geghana).

Buku OM Wawes Babat Alas Dangdut Anyar

Selain meluncurkan album perdananya,  band dangdut asal Yogyakarta yang digawangi Dhyen Gaseng (Vokal), Louis David (Kendang), Tony Kurniawan (Drum) dan Bayu Garninda (Gitar) juga meluncurkan buku berjudul ‘BABAT ALAS DANGDUT ANYAR’.

Ide membuat buku ini timbul “awalnya kami rencana membikin album tapi ingin sesuatu selain audio, kami ingin membuat buku tapi bukan buku biografi tapi buku tentang apa yang kami alami, dari awal hingga sekarang. Mulai dari electone hingga ganti tahun dan sekarang penonton kebanyakan perempuan,” tutur Dhyen Gaseng.

Buku ini bercerita mengenai perjalanan mereka selama mengarungi dunia dangdut di Yogyakarta. Buku ini juga merinci perkembangan musik dangdut sejak era awal hingga hari ini. Selain itu diharapkan dengan adanya buku ini mampu menarik minat baca anak muda, terutama penggemar musik dangdut.