Yogyakarta – Perkembangan dan implementasi teknologi imersif yaitu Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) di Indonesia nyatanya hadir lebih cepat dari yang diperkirakan, dengan adanya teknologi tersebut batasan-batasan jarak dan waktu kini tak lagi menjadi suatu masalah yang berarti. Munculnya istilah “Metaverse” atau dunia secara virtual menjadi sebuah realita akan munculnya dunia teknologi baru yang mengisi kehidupan manusia secara virtual.

Sebagai perusahaan pengembang teknologi imersif di Indonesia, ARUTALA menginisiasi sebuah program untuk mengajak masyarakat melihat lebih luas baik dari sisi inovasi dan potensi lintas industri melalui program Arutalk.

Program ARUTALK merupakan  wadah diskusi dan sharing session mengenai perkembangan, inovasi, dan potensi dari Metaverse bagi lintas industri. Program ini juga dimanfaatkan sebagai ruang kerja sama bagi institusi pendidikan maupun perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan Metaverse bersama dengan ARUTALA, melalui kerja sama ini diharapkan implementasi Metaverse di Indonesia dapat semakin luas dan dapat membantu berbagai masalah yang dialami industri dan dunia pendidikan terutama yang berkaitan pada batasan ruang dan waktu.

ARUTALK kali ini mengusung topik “Bedah Inovasi dan Potensi Metaverse dalam Dunia Pendidikan Kesehatan”, dalam mengembangkan produk Teknologi VR dan AR dalam memudahkan proses kegiatan belajar dan praktikum di FK-KMK UGM.

Pembicara yang hadir yaitu dr. Dyah Wulan Anggrahini, PhD, SpJP(K) (Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM sekaligus dokter spesialis di RSUP Dr. Sardjito) serta Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep.,Ns.,MAN., DNP (Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi FK-KMK UGM).

Ariani Arista Putri Pertiwi mengungkapkan penggunaan teknologi berawal karena keterbatasan tatap muka pada pandemi tahun lalu sedangkan banyak ketrampilan yang harus dipelajari, “Kita berusaha agar mahasiswa tetap belajar, dengan potensi Metaverse akan melatih mahasiswa belajar untuk kritis, pembuat keputusan, teamwork, dan interprofessional education”.

Melalui teknologi Metaverse diharapkan dapat membantu program pendidikan terlebih di masa pandemi yang mengharuskan mahasiswa belajar secara daring.