Yogyakarta – Setelah vakum hampir satu dekade, Tjongpick, kelompok musik keroncong alternatif asal Yogyakarta, kembali menunjukkan eksistensinya sebagai seniman musik di Indonesia dengan merilis lagu baru berjudul Ngatidjem.

Lagu ini bakal dirilis secara resmi pada 11 Januari 2022 melalui channel YouTube tjongpick_official. Ngatidjem merupakan lagu yang menceritakan mengenai fenomena permasalahan Tenaga Kerja Wanita (TKW). 

Seperti sering diberitakan media, banyak TKW mendapatkan perilaku tidak adil dari majikan mereka. Tak sedikit pula yang mengalami kekerasan fisik maupun psikologis. Lagu Ngatidjem mengangkat permasalahan TKW dari sisi perempuan yang berangkat menjadi pahlawan devisa, sekaligus dari sisi keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.

“Kami berharap melalui lagu Ngatidjem ini dapat diterima semua generasi. Sehingga musik keroncong bisa lestari sebagai peninggalan warisan budaya Indonesia,” ucap Seno, vokalis Tjongpick

Dalam pengerjaan karyanya, kelompok musik yang berdiri sejak 29 September 1999 ini, bekerjasama dengan Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKSA) yang bergerak di bidang isu sosial dan kesehatan mental.

Lagu Ngaditjem dipilih sebagai simbolisasi dan bentuk suara yang dilandasi pengetahuan, cinta, keadilan, pengabdian, dan kesabaran dalam kehidupan.

“Semoga melalui karya ini, akan lahir pengetahuan dan kesadaran bagi teman-teman TKW tentang sebuah keputusan diri menjadi seorang TKW dengan beragam konsekuensinya. Juga semoga Negara mampu mengatasi isu sosial yang nyata terjadi di masyarakat ini dengan sebaik-baiknya, sebenar benarnya atas dasar sebuah kebenaran bagi keadilan, kesejahteraan bagi masyarakat ” ujar Sekartaji Ayuwangi, pendiri YRKSA

Setelah Tjongpick merilis video Ngatidjem, yayasan juga berencana  akan membuka pelayanan untuk kesehatan mental gratis bagi TKW. Harapannya, layanan ini akan membawa dampak baik bagi masyarakat, dan isu TKW semakin mendapat perhatian negara maupun pihak-pihak lain.