Jakarta – Animatronix ID, band metal asal Jakarta merilis album perdananya berjudul Human Scenario pada 7 April lalu. Album ini menceritakan tentang pelantaran anak, perjalanan hidup tanpa keluarga, standard kehidupan masyarakat, dampak buruk terhadap bumi akibat pilihan atau aksi manusia & visi soal bumi baru.

Album Human Scenario terdiri dari 10 lagu yaitu Reach, Jester, Outsider, Faith, Ego, RATFA, Dead or Alive, Human Scenario, Exit dan Orphan. Lagu-lagu tersebut merupakan kumpulan single yang mulai dirilis sejak 2021.

Dalam pemilihan Cover Album Human Scenario, Animatronix ID memilih penggambaran seorang anak kecil separuh robot yang menyiratkan bahwa anak tersebut telah mati secara batin namun tetap hidup bagaikan robot yang telah diprogram untuk mengikuti standard kehidupan society atau masyarakat umum, dinilai sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.

Akbar Jody (bass) Animatronix ID mengungkapkan pesan dari album ini, bahwa Animatronix bisa menjadi teman setia dan penghibur di saat kesepian melanda,“Siapapun kalian yang sedang mengalami hal yang sama, tak ada keluarga, atau jauh dari keluarga, ingat aja bahwa kalian masih bisa tetap make it through. Bukti nyatanya sudah ada di depan mata kalian dengan adanya kami, Animatronix ID & SCW Audio,”ungkapnya.

Proses pembuatan album dikerjakan dalam waktu empat bulan, di studio pribadi SCW Audio dan di mix & master oleh Sam Christ & Ahmad Mujahid Arifin (sound engineer).

Band metal asal Jakarta, Indonesia ini digawangi oleh Sam Christ (guitar & vocal), Naufal Razzan (guitar), Akbar Jody (bass) & Iraf (drums). Mengadopsi sound metal, namun tidak terpaku pada satu sub genre saja. Dari segi drum beat yang mengandung style dance music seperti pada lagu Ego, bass line funky pada Outsider, guitar riff Egyptian style pada Reach, sampai vocal style yang beragam dari melodic screams sampai clean falsetto.

Album Human Scenario bisa diperoleh dalam bentuk CD fisik dan juga bisa diperdengarkan di platform digital. (*)